waroeng forex mangyoyos
ngewarung, jualan forex sambil ngopi dan rock n' roll \m/
Senin, 21 Mei 2012
Kilas Balik 2008-2009
Sedikit kilas balik perjalanan saya sepanjang hampir empat tahun belajar forex yang dimulai sekitar bulan November 2008.
Yah, sekedar sharing juga untuk evaluasi saya sendiri, terutama mencari dimana kesalahan-kesalahan saya karena rasanya sampai detik ini kok jalannya masih tertatih-tatih. Jangankan jadi yang namanya "master", untuk konsisten saja masih sering tersandung, bahkan yang namanya MC masih saja terjadi, entah sudah yang keberapa puluh kalinya.
Sepertinya ini akan menjadi perjalanan yang panjang, benar rupanya bahwa success is a journey, not destination.
Semoga bermanfaat...
2008-2009
Ini adalah masa-masa awal pembelajaran.
Dimulai dari secara konyol membuka akun real standard $250, padahal saat itu saya hanya baru tamat membaca dasar-dasar forex di babypips sambil otak-atik akun demo, saya ingat betul itu di brokernya forex.com, kemudian di babypips juga saya ketemu satu trading system (karena katanya trading system itu wajib dimiliki) yang nampaknya sangat simpel (bingung juga, bisa bilang simpel waktu itu apa dasarnya yah? hehehe), langsung saja deh trading dan tak lama kemudian kehilangan hampir $50, langsung stress :D
Untungnya, kebodohan itu tidak berlarut-larut dan kerugian itu juga jumlahnya masih relatif sangat kecil dibandingkan orang-orang disekitar saya yang rugi besar puluhan bahkan ratusan juta rupiah di forex (salah satunya adik saya sendiri). Selanjutnya dari situ saya diarahkan ke trit belajar analisa ala KG dan mulai berada di jalur yang benar, yaitu belajar konsep.
Yups, ternyata ada konsep untuk menganalisa chart, ada ilmunya, ada logika dasarnya, ada pemahamannya, bukan sekadar trading system dengan seperangkat indikator atau garis apalagi robot gedek yang banyak dijual di luaran sana, yang biasanya aturannya cross ini buy dan cross itu sell.
Bukan itu, tapi bagaimana membaca pergerakan harga dengan pendekatan yang sangat logis. Saat itu sebuah dunia baru terbuka dan saya masuk kesitu dengan komitmen total.
Maka mulailah saya membaca.
O, analisa toh... ada konsep acuan waktu toh... ada prinsip arah dan batas toh... ada statistik toh.... dan macam-macam deh waktu itu saya baca konsepnya KG sampai "oh gitu, oke deh tau gue sekarang".
Lalu apakah langsung bisa konsisten profit?
Ternyata... TIDAK!!!
Setelah diselami, prosesnya ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Prosesnya masih sangat panjang dan berliku, sepintas logika dasarnya terlihat seperti mudah, tapi kenyataannya di chart kok rasanya luar biasa kusut. Ada perbedaan yang sangat besar antara tahu dan paham.
Berjuanglah saya mati-matian demi memahami konsepnya KG ini, akun live saya tinggalkan dulu dan untuk sementara saya membuka banyak akun demo waktu itu.
Saya benar-benar total fokus disitu, mulai nongkrong depan chart dari Subuh hingga tengah malam, bolak-balik antara baca dan praktek, pokoknya rasanya total banget deh.
Walaupun di masa-masa awal saya sudah cukup paham (secara teori) akan kondisi flat-trending atau normal-abnormal, saya masih harus berjuang untuk bisa memahaminya di chart. Saya juga cukup bandel waktu itu tidak bisa benar-benar melihat kenapa kondisi flat itu oleh KG disebut ladang emas, kenapa bukan seperti orang-orang bule itu cari trend sajalah.
Disitu juga masa-masa saya bingung dengan adanya beberapa acuan waktu untuk analisa. Ini ikut yang mana nih? Kalau yang besar begini dan yang kecil begitu, jadinya gimana? Rules-nya gimana juga? Kok bisa disitu buy boleh sell juga boleh?
Singkatnya itu adalah masa-masa "tanam paksa" konsepnya KG ke dalam otak saya, iya lah, dipaksa disimpan di otak lalu setengah mati berusaha memahami artinya.
Sekitar pertengahan 2009 datanglah setan besar yang pertama: nafsu ingin OP di ujung!
Ini dikarenakan banyak postingan rekan-rekan di forum waktu itu yang OPnya kelihatan sangat fantastis, di ujung turning point! Gila! Siapa yang ngga pengen tuh bisa gitu?
Disitu mulailah fokus saya berubah. Saya tidak lagi belajar bagaimana memahami pergerakan harga, tapi malah mencari-cari bagaimana caranya mencari turning point alias OP di ujung.
Berbagai setup dan indikator saya coba (walaupun masih dalam lingkup analisa KG), test, praktek dan eksperimen dilakukan demi untuk bisa OP di ujung ini.
Tak terasa akhirnya sampailah di penghujung tahun 2009 dan hasilnya.... babak belur dan benjat benjut :D
Akun yang tadinya masih ada sisa $200an kini tinggal sekitar $60 saja tersisa. Melakukan countertrend demi mengejar turning point (yang tidak pasti) dan ingin disebut sebagai master adalah kebodohan luar biasa!
Disini inti penyakitnya sebetulnya mudah: EGO! Loe ini trading pengen cari duit atau pengen dikatain orang jagoan sih?!?!?!
Kalau cari duit tuh ngga perlu ujung, perlunya untung! Bukannya cari yang kemungkinan besar bakalan untung malahan sibuk cari ujung, akhirnya malahan buntung.
Lagipula kalau dipikir-pikir lagi sekarang, darimana saya bisa tahu pasti kalau OP mereka memang selalu di ujung? Bisa saja memang hanya OP yang kebetulan diujung yang orang-orang ini post di forum (wallahualam).
Dari situ bertekad untuk kembali ke jalan yang lurus.
Sambung lagi nanti....
Langganan:
Entri (Atom)